SD IBS Tingkatkan Mutu Pendidikannya Lewat Proses Akreditasi

MARTAPURA – SD Islamic Bilingual Science (IBS) Yayasan Pendidikan Pondok Darul Hijrah Putri mengambil langkah maju yang signifikan dalam upayanya meningkatkan mutu pendidikan. Melalui proses peningkatan akreditasi yang cermat dan terencana, institusi ini menunjukkan komitmen kuat terhadap peningkatan kualitas pendidikan yang diberikan kepada para siswa, Selasa-Rabu (8-9/8/2023).
Proses evaluasi yang dilaksanakan dalam rangka peningkatan akreditasi ini melibatkan partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk asesor yang memiliki pengalaman dalam bidang pendidikan.
Dalam upaya untuk mengukur sejauh mana SD IBS telah mencapai standar telah ditetapkan, peran penting dari asesor yang berpengalaman, Ibu Dahliani SPd MPd dan Ibu Rusdiyana MPd sangat diperlukan.
Keberadaan tokoh-tokoh berpengaruh, seperti Ustadz Wahyu Nurdiansyah, Ustadz H Drs Ahmad Fauzi dan berbagai perwakilan dari berbagai bagian di Pondok, juga memberikan dukungan nyata dalam upaya ini.
Proses akreditasi ini merupakan kombinasi dari beberapa aspek penting, termasuk standar kualitas, perencanaan yang matang, dan kepatuhan terhadap peraturan berlaku. Meskipun mungkin terdapat kekurangan dalam prosesnya, SD IBS dengan tegas menyatakan tekadnya mengatasi tantangan ini lewat semangat kuat.
Salah satu perubahan paradigma yang mengesankan dalam proses akreditasi ini adalah peralihan dari 11 standar pada sistem sebelumnya menjadi hanya 4 standar pada sistem baru.
Perubahan ini mencerminkan usaha untuk lebih memfokuskan evaluasi pada aspek-aspek yang dianggap paling penting dan relevan dalam memastikan mutu pendidikan diberikan.
Tidak hanya itu, SD IBS juga mengadopsi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) sebagai bagian integral dari strategi untuk menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan.
Dalam pelaksanaan proses akreditasi ini, pendekatan holistik digunakan. Langkah-langkah seperti pengamatan langsung, wawancara dan Evaluasi Diri (EPD) diimplementasikan untuk menganalisis semua aspek yang ada di SD IBS.
Dapodik, sebuah sistem pendataan dan pelaporan pendidikan, juga memiliki peran sentral dalam memberikan masukan penting dalam proses ini.
Tim Akreditasi yang terstruktur dengan baik menjadi salah satu komponen kunci dalam kesuksesan proses ini. Tim ini terdiri dari berbagai peran yang beragam, termasuk pembimbing akreditasi, penanggung jawab akreditasi, ketua panitia akreditasi, sekretaris, bendahara dan operator sekolah.
Kolaborasi yang baik antara anggota tim memastikan kelancaran dan efektivitas dalam pelaksanaan proses akreditasi.
“Hasil akreditasi nantinya akan menjadi bukti nyata komitmen kami untuk menjaga mutu pendidikan,” jelas Kabag Pengajaran Ustadz Wahyu.
“Evaluasi ini mencakup penilaian terhadap 4 standar kompetensi, meliputi mutu lulusan, proses pembelajaran, mutu guru, manajemen sekolah dan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS),” tambah Ustadz Anshari.
“Capaian positif ini akan semakin memperkuat reputasi SD IBS sebagai penyelenggara pendidikan yang berdedikasi untuk memberikan layanan pendidikan terbaik,” tegas Kepala SD IBS, Ustadzah Khadijah.
Menurutnya, dengan semangat dan harapan tinggi, SD IBS mengarahkan pandangannya ke masa depan, dengan aspirasi agar mampu meraih nilai maksimal dalam proses akreditasi tahun pertamanya.
“Dengan akreditasi ini, SD IBS akan semakin mengokohkan posisinya sebagai lembaga pendidikan unggul dan dapat diandalkan dalam menyediakan pendidikan berkualitas untuk generasi muda,” pungkasnya. (Widi)
Penulis : Nugroho Widi Susanto
Editor : Rakhmadi Kurniawan