Panitia Tarbiyah Amaliyah Bagikan Angket Pelajaran Kelas Akhir DH Putri

0

Martapura – Tarbiyah Amaliyah atau praktik mengajar merupakan kegiatan pendidikan yang dikhususkan bagi segenap santriwati akhir kelas 12. Dan menjadi salah satu sunnah Pondok setiap tahunnya.

Kegiatan Tarbiyah Amaliyah yang direncanakan pada semester genap tahun pelajaran 2022/2023 memiliki proses panjang dalam pelaksanaannya. Mulai dari pra hingga pasca kegiatan, sekitar 2 minggu dari 23 Januari hingga 4 Februari 2023.

Meskipun berijazah negeri dengan jurusan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial, namun kegiatan praktik mengajar ini sebagai latihan dasar yang kelak para santriwati dapat mengaplikasikannya saat lulus, baik ketika mengabdikan diri di pondok sebagai pengajar ataupun di luar.

Bukan hal mudah melewati kegiatan Tarbiyah Amaliyah, banyak faktor yang harus saling mendukung, tidak hanya dari diri sendiri, para pembimbing yang menemani penulisan persiapan mengajar atau i’dad al tadris hingga latihan praktik tengah malam, dan anggota kelas 12 lain yang saling bekerja sama menyiapkan segala hal, baik menemani menuju guru pemateri, pembimbing, memotocopy dan menjilidkan, hingga di hari pelaksanaan.

Dari proses inilah santriwati akhir, belajar tentang arti kesungguhan. Semua tidak akan berarti apa-apa jika hanya berlandaskan kemampuan. Betapa bernilainya persiapan mengajar, karena dengannya kemajuan pembelajaran dapat terkontrol.

Proses kegiatan tarbiyah amaliyah sendiri melatih mental dan karakter. Perlahan santriwati akhir memahami, segala kesuksesan, keberhasilan, kemudahan, kelancaran, kesukaran, ketidakpahaman, hingga penyelesaian, tidak hanya dari dirinya sendiri, sehingga terbentuk sikap pola fikir, dan tingkah laku yang baik.

Hal ini mencerminkan bahwasanya Ponpes Darul Hijrah (DH) Putri, Cindai Alus, Martapura, adalah lembaga pendidikan pencetak kader umat. Semua santri dipandang dan diberlakukan sebagai kader-kader terbaik untuk menjadi pemimpin umat. Lantaran setiap pemimpin mungkin tidak mudah menjadi pendidik, namun, setiap pendidik tidak dipungkiri memiliki jiwa kepemimpinan.

Almarhum KH Abdullah Syukri Zarkasyi Gontor pernah berkata, “Jadilah pemimpin yang leader, teacher, hingga manager”. Dan inilah inilah salah satu proses pemantasan diri. (Widi)

Penulis : Nugroho Widi Susanto
Editor : Rakhmadi Kurniawan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.