Disrupsi Pendidikan Pesantren Di Era Cyber System
Setidaknya ada empat hal substansial yang menjadi perhatian serius para stakeholder pesantren dalam menjaga eksistensi lembaganya.
Pertama, Pesantren menyelenggarakan tata kelola dan tata laksana pendidikan serta pengajaran pesantren yang futuristis, konstruktif serta dinamis, yang melekat erat dengan nilai, jiwa, ruh dan falsafah hidupnya yang kemudian menjadi visi dan misi serta tujuannya.
Kedua, Pesantren sebagai lembaga pendidikan indegenous Indonesia selalu berpijak pada perawatan warisan tradisi yang baik dan relevan, disertai kepekaan untuk menghadirkan inovasi pembaruan sebagai wujud respon atas dinamika dan tantangan zaman dengan mewakafkannya kepada umat secara lahir dan batin, baik secara wujud dan kepentingan di dalamnya. Maka prinsip yang dibangun di atas hal tersebut seperti pendapat KH Hasan Abdullah Sahal Pondok Modern Gontor Ponorogo:
الْمُحَافَظَةُ عَلَى الْقَيِّمِ وَ التَّغْيِيْرُ إِلَى الْكَمَالِ
Dan terjemah bebasnya ‘Mempertahankan nilai dan adanya perubahan untuk menuju kesempurnaan’
Ketiga, terbentuknya sebuah sistem kaderisasi yang terstruktur dan sistematis serta bertahap di pesantren sehingga membentuk stok human capital yang mampu membawa estafet perjuangan, agar pesantren mampu survive dan berkembang. Oleh karena itu para stakeholder pesantren wajib memahami sistem kaderisasi dengan baik, mulai dari apa yang harus dilakukan dan batasan-batasan apa saja yang ada di dalam sistem yang hendak dibangun.
Keempat, adanya aturan dan tatanan baku di dalam pesantren yang mengatur seluruh hal di dalamnya, sehingga semuanya berfungsi secara optimal dan tepat sasaran dalam mendukung tercapainya tujuan pesantren itu sendiri. Dan itu semua terangkum dalam manajemen yang memproses perencanaan, organisasi, koordinasi serta pengendalian sumber daya manusia yang menjadi human capital pesantren, agar supaya tujuan dapat tercapai dengan efektif dan efisien.
Itulah beberapa hal mendasar menurut penulis yang menjadi acuan dasar bagi benteng pertahanan umat Islam (pesantren) dalam menghadapi gerusan zaman di era disrupsi yang semakin susah dikendalikan bak bola liar. (Wid)
Penulis : Nugroho Widi S
Editor : Rakhmadi Kurniawan